Latar Belakang, Mengapa dan Apa itu ” DETAK”
Kanker adalah penyakit yang sangat ditakuti masyarakat karena sering menyebabkan kematian. Setiap 11 menit ada satu orang penduduk dunia yang meninggal karena kanker, setiap 3 menit ada satu penderita kanker baru. Satu dari sembilan wanita dinegeri-negeri industri maju menderita kanker (Time, January 2003). Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam siaran pers pada 3 April 2003 menyatakan lima jenis kanker yang paling banyak diderita didunia adalah kanker paru, kanker payudara, kanker usus besar (kolorektal), kanker lambung dan kanker hati.
Data pemeriksaan histopatologi di Indonesia tahun 1999 menyatakan urutan lima besar kanker adalah kanker leher rahim, kanker payudara, kanker kelenjar getah bening, kanker kulit dan kanker rektum . Sedangkan pada wanita, urutan lima besar adalah kanker leher rahim, kanker payudara, kanker indung telur/ovarium, kanker kulit dan kanker rektum.
Karena rasa takut terhadap kanker, masyarakat enggan melakukan pemeriksaan, sehingga kanker terdiagnosa pada stadium yang lanjut. Keterlambatan diagnosa ini mengakibatkan meningkatnya biaya perawatan dan biaya pengobatan, serta menurunkan harapan hidup penderita. Selain enggan melakukan pemeriksaan, rasa takut ini menyebabkan masyarakat menjauhkan diri dari informasi mengenai kanker.
Dengan latar belakang tersebut diatas, maka merubah rasa takut menjadi peduli dan mendorong melakukan deteksi dini kanker merupakan langkah terbaik Sebagai contoh tindakan deteksi dini adalah ”pap smear” untuk kanker leher rahim, ”SADARI” dan ”mammografi” untuk kanker payudara atau foto roentgen thorax secara periodik untuk kanker paru.
Menyadari pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian terhadap kanker dan mendorong mereka melakukan deteksi dini kanker, maka Yayasan Kanker Indonesia yang diwakili oleh Ibu Umar Wirahadikusumah sebagai Ketua Umum, Rumah Sakit Kanker Dharmais yang diwakili Dr. dr. Sutoto M Kes sebagai Direktur Utama dan PT. Kalbe Farma Tbk. yang diwakili dr. George Kiongdo, pada tanggal 1 November 2005 menanda tangani Nota Kesepakatan Bersama untuk melaksanakan program yang dinamakan DETAK (Deteksi Awal Kanker).
DETAK merupakan program CSR (Corporate Social Responsibility) PT. Kalbe Farma Tbk dan merupakan model kerjasama yang baik antara Pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat dan Perusahaan Swasta dengan tujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kanker dan merubah rasa takut menjadi rasa peduli terhadap kanker sehingga dapat mendorong masyarakat untuk melakukan deteksi dini terhadap Kanker. Kegiatan Program DETAK dilaksanakan oleh ” Cakrawara” - Marketing & Communication specialist.
Program DETAK diresmikan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, DR. dr. Fadilah Supari Sp J pada 24 Januari 2006, bersamaaan dengan diselenggarakannya Seminar Kanker untuk awam yang dihadiri lebih dari 200 orang dan Konferensi Pers yang dihadiri oleh lebih dari 49 media cetak dan media elektronik
Kegiatan Utama program DETAK meliputi :
• Seminar Awam mengenai kanker
• Konferensi Pers
• Lokakarya mengenai kanker untuk wartawan, diantaranya Kanker Payudara, Kanker Leher Rahim, Kanker Paru dll.
• Lomba Penulisan Kanker untuk wartawan
• Distribusi Sarana Edukasi, seperti: poster, brosur, dll.
• Ceramah mengenai kanker pada komunitas. (Karyawan Perusahaan, Siswa Sekolah , dll. )
Dukungan dan bantuan untuk mensukseskan Program DETAK ini sangat diharapkan karena akan membantu menurunkan biaya pengobatan, menurunkan angka kematian karena kanker, serta meningkatkan harapan hidup penderita |